Davos 2026, Ketegangan AS–Eropa Menggeser Fokus Ekonomi Global

mediahukumnews.comWORLD Economic Forum (WEF) 2026 yang digelar di resort Alpen Davos, Swiss, kini jauh dari sekadar forum ekonomi tahunan. Forum yang biasanya menjadi panggung diskusi pertumbuhan global, teknologi, dan investasi, justru kini dibayangi ketegangan geopolitik transatlantik antara Amerika Serikat dan sekutu Eropa. Peristiwa ini tak hanya menjadi sorotan diplomatik, tetapi juga berpotensi mengubah arah dinamika ekonomi global.

Ketegangan ini bermula dari sikap Presiden Donald Trump yang menempatkan isu strategis seperti Greenland, juga tarif perdagangan di tengah prioritas kebijakan ekonomi AS. Trump kembali memunculkan ambisi AS terkait Greenland, termasuk negosiasi ulang atas kedaulatan wilayah tersebut, yang mengundang reaksi keras dari para pemimpin Eropa.

Ilustrasi (mediahukumnews.com)

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, secara tegas menyebut, ancaman tarif baru AS terhadap Uni Eropa sebagai langkah yang “keliru” dan berpotensi merusak hubungan transatlantik. Ursula menegaskan pentingnya saling menghormati kedaulatan dan kesepakatan perdagangan yang telah dicapai, serta menolak penggunaan tarif sebagai alat tekanan geopolitik.

Di sisi lain, analis ekonomi global seperti Eswar Prasad, mencatat bahwa keseimbangan antara globalisasi dan geopolitik kini telah terfragmentasi, dengan perdagangan internasional mulai terbelah sepanjang garis geopolitik yang lebih tajam. Situasi ini menunjukkan betapa tekanan politik bisa memengaruhi mekanisme pasar dan strategi ekonomi negara-negara besar dalam jangka panjang.

Respons terhadap dinamika ini datang juga dari negara-negara Eropa. Parlemen Eropa bahkan mengambil langkah drastis dengan menangguhkan ratifikasi kesepakatan dagang penting dengan AS sebagai bentuk protes terhadap ancaman tarif, sekaligus menegaskan posisi Uni Eropa dalam mempertahankan aturan perdagangan global yang adil.

Pernyataan-pernyataan keras dari berbagai pemimpin dunia selama Davos 2026 mencerminkan kenyataan bahwa isu geopolitik kini tak bisa dipisahkan dari diskusi ekonomi global. Para ekonom memperingatkan, bahwa ketegangan ini bisa berdampak pada pertumbuhan global jika konflik kebijakan berlanjut, mengingat peran krusial hubungan transatlantik dalam struktur perdagangan dan investasi internasional. ***

Sumber: The Guardian, Business Today, Detiknews