Prediksi IHSG 2026 vs Bursa Global, Peluang dan Risiko Pasar Saham Indonesia

Jakarta, mediahukumnews.com — INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan momentum kuat memasuki tahun 2026. IHSG mencatat rekor penutupan di atas 9.000 poin setelah rally awal tahun didukung oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global dan arus modal asing yang kembali masuk ke pasar domestik. Sentimen positif ini kini menjadi dasar utama prediksi analis, bahwa IHSG masih memiliki ruang kenaikan signifikan sepanjang tahun ini seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil dan laba emiten yang membaik.

Analis dari sejumlah perusahaan sekuritas dan bank investasi global, memproyeksikan IHSG dapat menguat hingga kisaran 10.500 poin pada akhir 2026, merefleksikan potensi kenaikan 12 hingga 20 persen dari posisi saat ini, jika fundamental ekonomi domestik tetap kuat. Proyeksi ini sejalan dengan pandangan strategi investasi jangka menengah, bahwa valuasi saham Indonesia masih menarik dibanding beberapa pasar maju yang mulai memasuki fase konsolidasi setelah tren bullish panjang di 2025.

Namun, prediksi ini tidak lepas dari risiko eksternal. Ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Fed, dan dinamika inflasi di Amerika Serikat tetap menjadi katalis utama yang dapat memengaruhi arus modal global. Sementara beberapa indeks bursa maju seperti S&P 500 dan Nasdaq, menunjukkan momentum teknikal kuat di awal 2026. Tekanan geopolitik dan volatilitas komoditas, berpotensi menimbulkan koreksi di pasar global, yang akan berdampak pada sentimen pasar negara berkembang termasuk Indonesia.

Perbandingan dengan bursa luar negeri menunjukkan bahwa pasar saham di Amerika dan Eropa, cenderung lebih sensitif terhadap data inflasi dan keputusan bank sentral. Ini akan membuat IHSG berpeluang mengungguli return indeks global jika aliran modal kembali mengalir ke aset berisiko di Asia. Di sisi lain, arus modal asing yang masuk ke Indonesia pekan lalu, menjadi penanda meningkatnya kepercayaan investor terhadap aset Indonesia, meskipun rupiah tetap menjadi faktor yang harus diwaspadai dalam konteks global.

Infografis Data
(Infografis Data, Dokumen Pribadi mediahukumnews.com

Secara teknikal, IHSG tetap berada dalam tren naik, sementara investor lokal semakin aktif di sektor non – blue chip. Kenaikan ini menjadi indikator bahwa pasar domestik memiliki basis permintaan yang lebih luas, mendukung prospek bullish yang lebih tahan lama jika risiko global terkendali. ***